Tips mengelola piutang dengan baik


Piutang dianggap sebagai aset. Tetapi ketika piutang tersebut tak bisa ditagih, mungkin karena masalah arus kas atau sikap keras kepala si pengutang, piutang harus di catat sebagai kerugian. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pengendalian piutang.


1.Periksa catatan kredit si peminjam.

Sebelum uang berpindah tangan, Anda sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah si peminjam akan mampu mengembalikan pinjaman. Beberapa hal yang perlu di cermati, antara lain proyeksi pendapatan dan pengeluaran sipeminjam pada masa sekarang dan mendatang, aset-asetnya, dan komitmen finansial yg ada. Penting juga memeriksa sejarah kredit si peminjam : apakah orang tersebut selalu membayar pinjamannya tepat waktu, ataukah dia dikenal sering mengingkari komitmen keuangannya ?

Pengetahuan tentang catatan kredit dan keadaan finansial klien penting untuk menentukan apakah seseorang itu benar-benar tak mampu membayar, atau apakah mereka hanya mencoba menghindarii dari kewajiban membayar. Ini memang tugas yang kurang menyenangkan, tetapi akan di butuhkan ketika menyangkut klien yang bermasalah, dan jika orang tersebut tidak kooperatif bahkan sampai bisa diajukan ke meja hijau.

2.Kelola piutang secara efisien.

Semakin lama penagihan suatu piutang ditundai-tunda, semakin besar kemungkinan pembayaran tidak akan diterima. Piutang sebaiknya ditagih dengan sedikit mungkin penundaan. Penagihan harus dilakukan beberapa minggu sebelum tutup buku, demi meminimalkan jumlah piutang belum tertagih pada akhir tahun keuangan. Jumlah keseluruhan piutang harusnya tertagih, kecuali adanya perjanjian pembayaran piutang yang menyatakan bahwa jumlah pinjaman akan dibayarkan dalam beberapa kali cicilan.

3.Bersikap fleksibel.

Kita sebaiknya bersikap fleksibel dalam mengelola piutang, sekalipun kliean tidak kooperatif. Ini berarti tetap mempertimbangkan keadaan klien, misalnya apakah keadaan berubah sehingga klien tidak sanggup membayar dalam jumlah penuh. Faktor lain yang berkaitan dengan waktu pembayaran juga dapat menjadi pertimbangan. Misalnya, menagih pada saat musim perayaan juga tidak di sarankan, bukan hanya karena periode ini orang mengeluarkan lebih banyak uang sehingga tidak punya cukup uang untuk membayar utang, tetapi juga karena tidak etis.

4.Selalu punya alternatif.

Menghapuskan piutang sebaiknya dilakukan sebagai langkah terakhir. Sebelum melakukan hal itu Anda sebaiknya mencari solusi alternatif. Hal ini termasuk mengatur kembali jadwal pembayaran atau memunculkan jadwal pembayaran alternatif. Metode pembayaran yang beragam juga masih bisa dieksplorasi, termasuk payment in kind (pembayaran dalam bentuk natura). Solusi lain ialah dengan berunding guna tercipta perjanjian yang diterima kedua pihak. Jika memungkinkan, hindari proses hukum karena akan sangat memengaruhi bisnis Anda terutama terkait hubungan baik.

Sumber
arupa

0 komentar:

Posting Komentar


ShoutMix chat widget
Free counters!
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting